Posisi : Depan > Info > Berita


Registrasi Newsletter

Daftarkan e-mail Anda untuk mendapatkan newsletter





Berita Terkini
  • Pelatihan Inspektor Sistem Pertanian Organik [Angkatan ke-2]

    Perkembangan pertanian organik di Indonesia tumbuh cukup pesat. Saat ini diperkiraan sekitar 215 ribu hektar lahan organik di Indonesia (SPOI 2014). Menurut Organic Monitor, Indonesia memiliki potensi sebagai produsen organik utama dunia terutama untuk ekspor. Produk organik unggulan Indonesia, seperti kopi, rempah-rempah dikenal di pasar internasional.

  • Pasar Organik Global Tumbuh: USD 72 miliar, 43 juta hektar

    Pasar organik global di tahun 2013 mencapai USD 72 miliar. Amerika Serikat merupakan pasar organik terbesar di dunia sebesar USD 27,04 milyar, diikuti dengan Jerman (USD 8.45 milyar) dan Perancis (USD 4.8 milyar).

  • SNI Sistem Pertanian Organik Direvisi

    SNI Sistem Pertanian Organik [SNI 6729:2013] saat ini dalam proses revisi untuk menjawab dinamika perkembangan pertanian organik di Indonesia, termasuk dapat memfasilitasi pemasaran produk organik Indonesia.

  • SNI Sistem Pertanian Organik Dalam Proses Revisi

    Kamis, 02 Januari 2016

    SNI 6729:2013 tentang Sistem Pertanian Organik dalam proses revisi di Kementerian Pertanian sebagai instansi teknis bagi pembinaan dan pengawasan sistem pertanian organik di Indonesia.

    Revisi SNI ini diperlukan untuk membangun kesetaraan dan harmonisasi dengan Standar Pertanian Organik ASEAN [ASOA, ASEAN Standard of Organic Agriculture] yang menjadi rujukan standar pertanian organik di ASEAN guna menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN [MEA] di tahun 2016.

     “Kesetaraan dan harmonisasi SNI dengan ASOA ini penting agar meningkatkan kebeterimaan dan kredibilitas sistem pertanian organik nasional dalam menghadapi persaingan di era MEA”, ungkap Andjar Rochani sebagai Penanggungjawab Satuan Kegiatan Pengembangan Mutu dan Standardisasi di Kementerian Pertanian saat pembukaan rapat teknis revisi SNI 6729:2013 di Bogor pada tanggal 2 Oktober 2015.

    Direncanakan hasil revisi SNI ini dapat diterima oleh Badan Standardisasi Nasional untuk disahkan sebelum akhir tahun 2015 setelah dilakukan konsensus dengan para pelaku pertanian organik.

comments powered by Disqus
Kontak Kami

Kunjungi kantor kami atau klik peta untuk mengirim pesan

Login Anggota

Sign in to your account.
Lupa password Anda?