Posisi : Depan > Trust In Organic
  • Tips Penanganan Produk Organik Untuk Retailer

    Bila kita menjadi retailer organik seperti restoran, toko makanan, toko roti, toko kelontong atau outlet retail lainnya yang menyediakan makanan di tempat atau layananan pengiriman makanan, kita tidak perlu disertifikasi organik untuk dapat menjual makanan organik bersertifikat bila kita tidak mengemas ulang produk organik tersebut. Namun kita perlu menjaga keorganikan produk organik yang dijual.

    Berikut tip praktek penanganan untuk retailer organik:

    1. Pembelian produk organik bersertifikatMemastikan produk yang dibeli adalah 100% produk organik bersertifikat dari pemasok organik bersertifikat.  Kita meminta pemasok organik untuk melampirkan sertifikat organik nasional yang masih berlaku beserta lampirannya, lalu memastikan bila pemasok dan produk yang dipasok memang masuk dalam lingkup sertifikasi organik. Hal ini juga berlaku untuk produk organik impor. Produk olahan organik yang diimpor harus telah mendapatkan sertifikat organik nasional dan memperoleh ijin edar dari Badan POM dengan kode ML.

    Bila ragu, kita bisa menghubungi lembaga sertifikasi yang menerbitkan sertifikat organik bagi pemasok tersebut untuk memastikan validitas sertifikat pemasok.

    2. Menyimpan catatan pembelian

    Kita perlu menyimpan catatan dari semua pembelian produk organik. Catatan pembelian setidaknya mencakup informasi tentang pemasok, tanggal pembelian, jumlah dan sumber produk yang dibeli dan salinan sertifikat organik dari setiap pemasok organik.

    Program Organik Nasional merekomendasikan untuk menyimpan catatan pembelian produk organik selama 3 tahun.

    3. Menjaga kebersihan area penerimaan

    Ketika menerima produk organik, area penerimaan harus bersih dan bebas dari produk pengendalian serangga yang dilarang dan bahan lain yang dapat mengakibatkan produk organik terkontaminasi. Kita perlu memiliki orang yang dapat menangani penerimaan produk organik.

    Apabila kendaraan pengangkut produk organik tercium bau aneh misalnya bau bahan pembersih atau pengendali hama, kemungkinan besar produk organik yang dikirim telah bersentuhan atau terkontaminasi dengan bahan yang dilarang oleh standar organik.

    4. Lihat kemasan produk organik

    Pengiriman produk organik harus dalam kondisi baik, tidak rusak dan robek. Kemasan yang rusak memungkinkan bahwa produk organik telah tercampur dengan produk non-organik. Setiap produk organik yang diterima harus diberi label ORGANIK Indonesia yang jelas.

    5. Hati-hati dalam membongkar produk organik

    Ketika membongkar produk organik dalam kemasan, rak dan pendingin khusus yang datang bersamaan dengan produk non organik, perlu berhati-hati agar tidak tercampur. Untuk penyimpanan makanan organik jangan menggunakan kembali kemasan, seperti kotak atau tempat sampah yang telah digunakan untuk produk non organik.

    Jika pengemasan ulang diperlukan, sebaiknya menggunakan bahan kemasan dan wadah penyimpanan yang bebas dari bahan kimia.

    6. Memisahkan produk organik dan non organik

    Kita sebaiknya tidak menumpuk produk organik yang tidak dikemas di bawah produk non organik yang basah, seperti daging, unggas atau barang-barang curahan. Hal ini juga berlaku untuk penumpukan produk non organik di atas produk non organik saat pengangkutan.

    Produk organik segar atau kering harus selalu dipisah dengan produk non organik yang tidak dikemas. Perlu dibuat pembatas fisik yang jelas untuk memisahkan produk organik dan produk non organik.

    7. Praktek yang aman dan pengendalian serangga yang tidak beracun

    Jika serangga menjadi masalah, kita harus menggunakan metode pengendalian serangga yang tidak beracun. Kita perlu memastikan serangga tidak dapat masuk di tempat penerimaan dan penyimpanan produk organik dengan menjaga kebersihan area tersebut dan menutup celah masuknya serangga. Bila kita melihat sarang serangga, segera untuk membersihkannya termasuk sumber makanan serangga.

    Setelah dilakukan tindakan pencegahan, cobalah untuk mengendalikan serangga secara mekanis dan fisik. Apabila kita harus menggunakan bahan pengendalian hama, kita harus memastikan bahan tersebut tidak mengkontaminasi produk organik selama dan setelah penggunaan bahan pengendali serangga tersebut.

    8. Label Produk Organik dengan Benar

    Berdasarkan Permentan No. 64/2013 tentang Sistem Pertanian Organik, produk organik yang dipasarkan dan diklaim sebagai produk organik harus di label ORGANIK Indonesia. Untuk dapat dilabel ORGANIK Indonesia, maka produsen yang memproduksi produk tersebut atau importir yang mengimpor produk organik telah mendapatkan sertifikasi organik nasional berdasarkan SNI 6729-2013 tentang Sistem Pertanian Organik.

    Untuk itu, setelah menerima produk organik, kita dapat memeriksa label ORGANIK Indonesia pada kemasan produk organik tersebut.

     

comments powered by Disqus
Kontak Kami

Kunjungi kantor kami atau klik peta untuk mengirim pesan

Login Anggota

Sign in to your account.
Lupa password Anda?